wwaaah level 6. Sebenarnya tertarik banget sama level ini tapi saya merasa kurang optimal menstimulasi ibrahim. Pertama saya masih beradaptasi dengan tugas baru saya sebagai admin WAG dan admin medsos di kepengurusan IP Regional Garut.

Tugas ini meminta saya untuk on di Wag hampir setiap waktu. Sepertinya harus dilakukan management waktu yang lebih baik. Saya juga merasa emosi ibrahim kembali berantakan, saya tidak bisa mengenalinya dan ibrahim tidak bisa mengendalikannya. Hiks saya jadi sedih, ini juga karena emosi saya yang berantakan. Tak sekali saya masih marahi, membentak dan melakukan hukuman fisik ke ibrahim. Ya Allah malu saya. Sedih sekali menulis ini. Saya seharusnya tidak melakukannya.

Kedua, ibrahim nampaknya sedang sensitif di area bahasa, kalo diajak belajar tentang matematika, ga terlalu tertarik. Ia sedang asyik belajar bunyi huruf, walau sudah lebih dari 2 Bulan belajar fonik, .
Tapi pernah saya ajak ia bermain tentang matematika, ia menolak. Daaan ia menemukan cara belajarnya sendiri. Malam itu saya mengajaknya belajar dengan kertas dan pulpen, mengerjakan worksheet. Ternyata ia menolak, hanya mau mengerjakan 2 dari 6 soal. Padahal biasanya ia mau kerjakan sampai habis. Setelah itu, ia menemukan banyak kelereng di lemari bibinya. Ia mengajak saya menghitung jumlah kelerengnya, membagi 2 sama banyak, mengambil satu persatu dan melihat sisanya.

Semoga saya lebih bisa memahami ibrahim, mengatur emosi dan wktu saya.

Anak ialah prioritas. Tugas lain ialah kewajiban sampingan. Semoga saya bisa menemani ibrahim sampai ia mandiri dan bertanggungjawab.

Categories: Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *