Setiap level memberikan pelajaran. Konsistensi yang utama.Kitalah yang menentukan akan berarti kah level ini atau hanya berlalu begitu saja?

Menstimulasi anak membaca buku dengan tujuan akhir anak senang dan cinta membaca buku. Dengan tujuan anak senang tenggelam dalam lautan ilmu. Dengan tujuan anak berkarya dan berekspresi melalui tulisan. Dengan tujuan anak menjadi bijak, rendah hati dan haus akan ilmu. Dengan tujuan anak mampu berfikir kritis dan bermartabat.

Membaca materi, mengikuti diskusi dan membaca review membuat saya bersyukur, sangat bersyukur. Keluarga saya membiasakan membaca buku, walaupun dimulai dengan komik dan novel. Dan dari situ berangkat niat saya, ingin membuat ibrahim juga dalam kebiasaan yang sama. Alhamdulillah bapak ibrahim juga berkeinginan sama.

Dalam pelaksanaan tantangan, 15 hari terlewati dengan 2 hari tanpa membaca buku sama sekali. Tenaga terkuras habis untuk pekerjaan kios. Saya tidak bisa mendokumentasikan buku yang sudah dibaca dalam reading tracker ataupun pohon literasi. Bapak ibrahim melarang menempel apapun di dinding rumah, juga saya ibrahim sangat nomaden: siang di rumah, malam di rumah nenek.

Saya tidak terlalu banyak membaca. Di sela-sela kegiatan rumah, kios dan online saya hanya bisa membaca 3/10 bab dari buku The Read Aloud Handbook. Ibrahim (di)baca(kan) minimal 2 buku sehari. Bapak ibrahim hm……. saat baru 2 hari melakukan tantangan, kami ada sedikit keributan. Sehingga tantangan tidak berlanjut. Selain itu, bapak ibrahim fokus mempersiapkan kebun untuk menanam melon, agar bisa dipanen saat puasa nanti. Mohon doanya yaa.

Satu kegiatan yang membuat saya terharu ialah saat bapak baru pulang kerja, ia melihat ada satu buku ibrahim tergeletak di kasur. Ia mengajak ibrahim untuk dibacakan buku. “im, ayo baca buku” masyaallah. Di sela-sela kegiatan padatnya, di antara peluhnya bapak bersedia menemani ibrahim.

Dalam tantangan ini, saya merasakan ibrahim semakin sensitif terhadap bunyi huruf. Dia sudah mengenal berbagai bunyi huruf di awal kata jika saya menyebutkan atau membaca huruf. Ia juga makin senang belajar huruf. Semoga ini satu langkah besar bagi ibrahim masuk ke pembelajaran bahasa.

Beberapa hal yang penting dalam menstimulasi anak membaca buku ialah teladan dari orang tua berperan sangat penting. Anak akan mau diajak membaca buku jika orang tua mencontohkan. Kurangi waktu paparan anak dengan layar entah itu handphone atau televisi. Sebisa mungkin anak usia 2 tahun tidak berkenalan dengan layar. Ketika anak terbiasa dibacakan buku, anak akan terbiasa fokus. Hal ini akan mempengaruhi kemampuannya belajar kelak.

Kemudian letakkan buku dalam jangkauan anak. Ibrahim sering kali saya tinggal memasak atau mencuci piring. Saat itu ia biasanya mengambil mainannya. Namun beberapa kali saya lihat ia mengambil bukunya yang sengaja saya susun di bawah meja. Kami belum punya rak dan ruang lagi untuk menyimpan buku ibrahim.

Dan terakhir, ajak anak berdiskusi setelah membaca atau dibacakan buku. Ini akan melatih daya fokusnya saat membaca buku. Namun jika yang kita bacakan adalah cerita fiksi, jangan paksakan interpretasi pembaca kepada anak. Biarkan anak dengan imajinasinya.

Alhamdulillah

Oleh: Fatia Tririzqi
Mahasiswi Bunda Sayang#4 Kelas Gabungan 2
.
#KuliahBundaSayang
#GameLevel5
#KuliahBunsayIIP
#ForThingstoChangeIMustChangeFirst
#InstitutIbuProfesional
#IbuProfesional
#Tantangan10Hari
#AliranRasa
#SekolahPetani
#DiaryBalita
#CintaBuku