Tiga setengah tahun yang lalu, setelah melahirkan putra pertama saya, saya merasakan hal yang kurang beres dengan pencernaan saya. Saya sulit buang air besar. Terkadang butuh waktu berhari-hari hingga rasa mulas itu datang. Dan ketika rasa itu datang, rasanya sangat menyakitkan.

Saya harus mengejan beberapa kali hingga akhirnya kotoran saya keluar bersama darah. Saya tidak nyaman duduk berlama-lama. Saya merasa makin tidak beres dengan tubuh ini. Bergegas saya meminta suami menemani untuk periksa ke dokter.

Saya didiagnosa hemorroid atau wasir atau ambeien. Saya diminta untuk mengonsumsi obat melalui oral maupun berbentuk suppositoria. Saya juga diminta untuk mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah-buahan dan sayur-sayuran.

Langsung saja saya ceritakan hal ini kepada ibu mertua. Dan ibu mertua pun bergegas menyiapkan daun singkong rebus, daun bayam rebus, dan pepaya selama dua minggu. Alhamdulillah pencernaan saya berangsur membaik. Saya bisa buang air besar setiap hari tanpa rasa sakit.

Wanita sehabis melahirkan memang lebih rentang terkena hemorroid. Seperti dikutip di Hello Sehat: Mengatasi Wasir Setelah Melahirkan, tekanan pada perineum (area di antara lubang vagina dan anus) selama kehamilan atau setelah melahirkan membuat wanita lebih mungkin mengalami wasir.

Saat hamil, rahim terus membesar sehingga memberi tekanan pada vena besar di sisi kanan tubuh yang menerima darah dari kaki. Tekanan ini kemudian dapat memperlambat kembalinya darah dari bagian bawah tubuh, sehingga meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di bawah rahim dan menyebabkannya menjadi besar.

Selain itu, peningkatan hormon progesteron selama kehamilan juga menyebabkan dinding pembuluh darah berelaksasi, sehingga pembuluh darah lebih mudah menjadi bengkak. Hormon progesteron juga dapat menyebabkan sembelit dengan cara memperlambat pergerakan usus.

Sembelit saat hamil atau setelah melahirkan dapat menyebabkan tekanan pada pembuluh darah, sehingga bisa berkembang menjadi atau memperburuk wasir. Wasir bisa semakin besar karena wanita mengejan terlalu keras selama persalinan.

Ternyata sulit BAB juga dialami anak saya. Beberapa bulan yang lalu ia tidak BAB berhari-hari. Sampai rasa itu datang, saya lihat ia mengejan keras sekali sampai matanya melotot, keringat keluar dan air mata menetes. Akhirnya fesesnya keluar juga bersama darah. Hancur hati saya. Ini pasti karena saya kurang memberinya asupan serat.

Bagaimana mencegah terjadinya wasir pada wanita hamil, wanita setelah melahirkan/wanita menyusui, serta balita? Pertama, jangan menahan rasa ingin BAB. BAB yang ditahan akan membuat feses menjadi kering sehingga semakin sulit untuk dikeluarkan. Kemudian juga dengan banyak minum air putih serta mengonsumsi makanan yang mengandung serat.

Menurut Kementrian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2014 melalui Pedoman Gizi Seimbang, air merupakan sumber cairan yang paling baik dan berfungsi untuk membantu pencernaan, membuang racun, sebagai penyusun sel dan darah, mengatur keseimbangan asam basa tubuh, dan mengatur suhu tubuh. Juga Sayuran dan buah-buahan adalah pangan sumber vitamin, mineral dan serat.

Vitamin dan mineral merupakan senyawa bioaktif yang tergolong sebagai antioksidan, yang mempunyai fungsi antara lain untuk mencegah 32 kerusakan sel. Serat berfungsi untuk memperlancar pencernaan dan dapat mencegah dan menghambat perkembangan sel kanker usus besar.

Kebutuhan air selama kehamilan meningkat agar dapat mendukung sirkulasi janin, produksi cairan amnion dan meningkatnya volume darah. Wanita hamil memerlukan asupan air minum sekitar 2-3 liter perhari (8 – 12 gelas) sehari. Sedangkan jumlah air yang sebaiknya dikonsumsi wanita menyusui perhari adalah sekitar 850- 1.000 ml lebih banyak dari wanita yang tidak menyusui atau sebanyak 3.000 ml atau 12-13 gelas air. Jumlah tersebut adalah untuk dapat memproduksi ASI sekitar 600 – 850 ml perhari.

Dan untuk balita (anak usia 2-5 tahun) sangat dianjurkan agar anak-anak tidak membiasakan minum minuman manis atau bersoda,karena jenis minuman tersebut kandungan gulanya tinggi. Untuk mencukupi kebutuhan cairan sehari hari dianjurkan agar anak anak minum air sebanyak 1200 – 1500 mL air/hari

Wanita hamil, wanita menyusui dan balita memerlukan asupan serat yang banyak. Selain untuk melancarkan pencernaan, buah-buahan (buah berwarna) dan sayuran hijau juga sangat baik untuk kesehatan wanita hamil. Kebutuhan asam folat selama kehamilan juga meningkat karena digunakan untuk pembentukan sel dan sistem saraf termasuk sel darah merah.

Sayuran hijau seperti bayam dan kacang-kacangan banyak mengandung asam folat yang sangat diperlukan pada masa kehamilan. Buah berwarna merupakan sumber vitamin yang baik bagi tubuh dan buah yang berserat karena dapat melancarkan buang air besar sehingga mengurangi resiko sembelit (susah buang air besar). Kebutuhan serat wanita hamil bertambah antara 3-4 gram per hari menjadi 41-42 gram per hari.

Saat menyusui, kebutuhan asam folat meningkat karena digunakan untuk pembentukan sel dan sistem saraf termasuk sel darah merah. Sayuran hijau seperti bayam dan kacang – kacangan banyak mengandung asam folat yang sangat diperlukan pada masa menyusui. Untuk meningkatkan produksi ASI wanita menyusui dianjurkan untuk banyak mengonsumsi daun katuk dan daun torbangun (sayuran yang banyak terdapat di daerah Sumatra Utara/Batak). Kebutuhan serat wanita hamil bertambah antara 5-6 gram per hari menjadi 43-44 gram per hari.

Terkadang kita mendengar balita yang sulit untuk makan sayur dan buah. Hal ini bisa dicegah dengan pemberian MPASI yang beragam saat usia 6 bulan. Balita memerlukan 16-22 gram serat per hari.

Bayam menjadi salah satu solusi susah BAB di rumah saya. Bayam biasa diolah menjadi sayur bening, direbus untuk dilalap atau pecal. Bayam ada beragam jenis, antara lain, bayam cabut, bayam petik dan bayam merah. Bayam cabut berukuran daun kecil, batang tipis. Bayam petik berukuran daun lebih besar dengan batang lebih tebal. Kandungan gizi pada bayam hijau maupun bayam merah tidak jauh berbeda.

Pada bayam hijau mentah, kandungan serat pangan tidak larut sebanyak 5,68 gram, serat pangan larut sebanyak 0,56 gram dan serat pangan total 6,24 gram dari setiap 100 gram.  Serat pangan tidak larut sangat penting peranannya dalam pencegahan disfungsi alat pencernaan seperti konstipasi (susah buang air besar), ambeien, kanker usus besar dan infeksi usus buntu. (Aprilianingtyas, 2009).

Kandungan Gizi Bayam setiap 100 gram

Bayam memiliki kalori yang rendah. Bayam berdaun hijau memiliki 29 kcal/100gram, sedangkan pada bayam merah memiliki 55 kcal/100 gram. Semua kalori berasal dari karbohidrat. Bila bayam dikonsumsi tidak meningkatkan kadar gula darah secara cepat. Ini yang menjadikan bayam digolongkan sebagai sumber bahan pangan dengan indeks glikemik rendah.

Vitamin dan mineral yang terkandung dalam bayam cukup lengkap. Secara perhitungan teoritis, mengonsumsi 100 gram bayam per hari sudah memenuhi kebutuhan vitamin A dan vitamin C setiap hari. Vitamin A berperan menjaga kesehatan saluran pencernaan dan selaput kulit. Vitamin C memiliki peran yang penting dalam penyerapan zat besi. Selain itu bayam hanya sedikit mengandung natrium tetapi kaya akan kalim dan magnesium. Hal ini akan menguntungkan bagi para penderita tekanan darah tinggi. (Lingga, 2010)

Sebagai pencegahan terjadinya susah BAB kembali datang kepada anak saya. Saya rutin memberikannya bayam minimal 3 kali seminggu, mengonsumsi buah berwarna dan minum air putih. Alhamdulillah, sejauh ini ibrahim sudah tidak lagi susah BAB. Beberapa kali suami membawakan benih bayam cabut dari Cap Panah Merah. Setelah ditabur di lahan depan rumah, saya hanya perlu menunggu beberapa hari agar bisa mencabutnya dan segera saya masak untuk santapan keluarga.

#cappanahmerah
#gobion2018
#generasimakansayurdanbuah

Sumber referensi:

  1. Aprilianingtyas, Yuanita. 2009. Pengembangan Produk Empek-Empek Palembang Dengan Penambahan Sayuran Bayam Dan Wortel Sebagai Sumber Serat Pangan. Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor, Bogor
  2. Lingga Lanny. 2010. Cerdas Memilih Sayuran; Plus Minus 54 Jenis Sayuran. AgroMedia, Jakarta. diakses melalui https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=cMcy8m9p-8QC&oi=fnd&pg=PA2&dq=KANDUNGAN+GIZI+BAYAM&ots=y_pIgEUVWH&sig=OvEkV6Pw60siz1T8aYzYXL_5aNA&redir_esc=y#v=onepage&q=BAYAM&f=false
  3. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2014. Pedoman Gizi Seimbang. diakses melalui http://gizi.depkes.go.id/download/Pedoman%20Gizi/PGS%20Ok.pdf
  4. Veratamala, Arinda. 2019. Mengatasi Wasir Setelah Melahirkan: Bagaimana Cara Mengatasinya?. diakses melalui https://hellosehat.com/kehamilan/melahirkan/mengatasi-wasir-setelah-melahirkan/
  5. https://pixabay.com/en/spinach-healthy-green-dieting-1427360
  6. https://pixabay.com/en/spinach-plant-nutrition-eat-fresh-2216967
  7. https://pixabay.com/en/green-plan-food-vegan-spinach-2565925/

 

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *